Inovasi BESANAN (Bincang-bincang santai tapi temenan) - Kabupaten Pasuruan

Inovasi BESANAN (Bincang-bincang santai tapi temenan)

0x dibaca    2025-02-03 20:00:00    admin

202507/917-6879ce6143ecb.jpg

Inovasi Besanan: Bincang-Bincang Santai Tapi Temenan di Kecamatan Purwosari

Purwosari, 03 Februari 2025 

Kecamatan Purwosari kembali mencatatkan inovasi unik dan bermanfaat yang diberi nama Besanan, singkatan dari Bincang-Bincang Santai Tapi Temenan. Program ini digagas sebagai sarana komunikasi antarwarga yang lebih hangat, akrab, dan efektif dalam membangun kebersamaan serta menyelesaikan berbagai permasalahan sosial di tingkat desa.

Besanan merupakan forum diskusi santai yang mengajak warga Purwosari untuk berbincang mengenai berbagai hal mulai dari pembangunan desa, kesehatan, pendidikan, hingga budaya dengan suasana yang ramah dan tanpa formalitas berlebihan. Ide ini muncul sebagai jawaban atas kebutuhan komunikasi yang lebih cair di tengah masyarakat, sehingga warga merasa lebih nyaman berbagi aspirasi dan solusi.

Camat Purwosari, Bapak Munif triatmoko, SE,.MM, menjelaskan bahwa inovasi ini sudah berjalan selama beberapa tahun dan mendapat respon positif dari Kepala Desa maupun masyarakat. “Besanan ini bukan hanya soal berdiskusi, tapi bagaimana kita bisa saling mengenal lebih dekat, saling koordinasi, saling tukar pendapat dan mempererat tali persaudaraan antardesa. Dengan suasana yang santai, berbagai masalah bisa dibahas dengan lebih ringan dan hasilnya lebih konkret,” ujarnya.

Setiap sesi Besanan biasanya diadakan di pendopo Kecamatan Purwosari. Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan Kepala Desa, Dinas seatap, tokoh masyarakat, pemuda, dan perangkat desa, sehingga semua elemen bisa berperan aktif dalam pembangunan desa.

Salah satu Kepala Desa, bapak H.Atim Salim, mengaku merasa lebih dekat dengan semua Kepala Desa dan aparat desa sejak ikut Besanan. “Biasanya kalau ada masalah, susah buat ngomong sama orang yang lebih tua atau aparat. Tapi di Besanan, kami ngobrol santai, jadi lebih terbuka dan mudah mendapatkan solusi,” kata bapak Atim.

Ke depan, Besanan diharapkan bisa menjadi model komunikasi desa yang bisa diterapkan di kecamatan-kecamatan lain, khususnya di wilayah yang memiliki karakter sosial serupa dengan Purwosari.

Dengan adanya Besanan, Kecamatan Purwosari tidak hanya memupuk keakraban, tapi juga memperkuat partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa, yang tentunya akan berdampak positif bagi kemajuan wilayah secara menyeluruh.

Komentar (0)

  1. Belum ada komentar


Tulis Disini